Bagi kau
yang sadar tapi tak mampu berbuat, bagi kau yang tak sadar tapi
menindas, bagi kau penguasa yang hari ini kau gores hati rakyatmu dengan
keji ( Kediri, 10 Februari 2011 )
Nilai dari kesadaran adalah sebuah dilema yang terjadi pada masyarakat hari ini, secara umum masyarakat sosial lainnya belum mampu menjadi jempatan yang kokoh untuk membangun sebuah kualitas negara yang lebih baik.
Dengan demikian keharmonisan yang terjadi antar masyarakat yang lain akan semakin jauh, dan semakin tidak peduli lagi dengan keadaan yang lainnya.
Nabi Muhammad SAW menganjurkan bahwa kita sesama umat Muhammad hendaknya saling mengingatkan, mengingatkan disini memiliki arti yang sangat luas, dimana mengingatkan merupakan salah satu jalan bagi masyarakat untuk membangun keharmonisan, kekompakan, dan kepedulian atar sesama.
Ketika nilai-nilai itu sudah tidak ada lagi pada masyarakat, maka ini akan menjadi salah satu kesempatan para penguasa untuk melakukan tindakan-tindakan yang menindas, penguasa yang di bawah naungan nabsu perut dan nabsu kelamin ini akan tertawa dengan kencang akan kemenangannya.
Uang- merupakan Tuhan para penguasa, UANG- menjadi salah satu alasan yang sangat rasional bagi penguasa, dengan UANG mereka rela menghancurkan rakyatnya sendiri dan menyaksikan tangisan-tangisan rakyat yang ingin merdeka,
siapa lagi kalau bukan kita sebagai umat Muhammad yang memulainya, siapa lagi kalau bukan kita yang hari ini sadar dengan realitas, ketika mereka yang sadar namun tak mampu berbuat apa-apa itu sangat wajar. apa yang bisa kita lakukan sebagai rakyat kecil yang tak memiliki kekuatan sedikitpun, kita hanya mampu menyaksikan, menangis, dan terdiam.
berperan sebagai pemuda yang baru saja terbangun dari tidur panjang, menyaksikan realitas yang sangat picik, ketika kau di jadikan penguasa, sadarlah kau memiliki tugas penting untuk rakyatmu, ketika kau di kursi jabatan yang tinggi, sadarlah kau bahwa kau berperan untuk rakyatmu.
kapitaslime yang semakin merajalela di kediri akan semakin menindas, dan mencekik masyarakat kecil, apakah mereka tau bagaimana peran seorang ibu yang berdagang di pasar sana, menghidupi keluarga tanpa suami, hanya mampu membawa uang 15 ribu perhari. jika kau hadirkan lagi kapitalis besar di kota ini, maka akan ada ribuan ibu bahkan lebih tragis dari ibu ini.
semoga bisa menjadi bahan refleksi bersama, dan coba kita bayangkan ketika kita ada pada posisi ibu itu, penghasilan 15 ribu saja akan berakhir dengan kehadiran kapitalis yang di undang oleh kaum pemerintahannya sendiri.
HIDUP RAKYAT.......!!!!!
Nilai dari kesadaran adalah sebuah dilema yang terjadi pada masyarakat hari ini, secara umum masyarakat sosial lainnya belum mampu menjadi jempatan yang kokoh untuk membangun sebuah kualitas negara yang lebih baik.
Dengan demikian keharmonisan yang terjadi antar masyarakat yang lain akan semakin jauh, dan semakin tidak peduli lagi dengan keadaan yang lainnya.
Nabi Muhammad SAW menganjurkan bahwa kita sesama umat Muhammad hendaknya saling mengingatkan, mengingatkan disini memiliki arti yang sangat luas, dimana mengingatkan merupakan salah satu jalan bagi masyarakat untuk membangun keharmonisan, kekompakan, dan kepedulian atar sesama.
Ketika nilai-nilai itu sudah tidak ada lagi pada masyarakat, maka ini akan menjadi salah satu kesempatan para penguasa untuk melakukan tindakan-tindakan yang menindas, penguasa yang di bawah naungan nabsu perut dan nabsu kelamin ini akan tertawa dengan kencang akan kemenangannya.
Uang- merupakan Tuhan para penguasa, UANG- menjadi salah satu alasan yang sangat rasional bagi penguasa, dengan UANG mereka rela menghancurkan rakyatnya sendiri dan menyaksikan tangisan-tangisan rakyat yang ingin merdeka,
siapa lagi kalau bukan kita sebagai umat Muhammad yang memulainya, siapa lagi kalau bukan kita yang hari ini sadar dengan realitas, ketika mereka yang sadar namun tak mampu berbuat apa-apa itu sangat wajar. apa yang bisa kita lakukan sebagai rakyat kecil yang tak memiliki kekuatan sedikitpun, kita hanya mampu menyaksikan, menangis, dan terdiam.
berperan sebagai pemuda yang baru saja terbangun dari tidur panjang, menyaksikan realitas yang sangat picik, ketika kau di jadikan penguasa, sadarlah kau memiliki tugas penting untuk rakyatmu, ketika kau di kursi jabatan yang tinggi, sadarlah kau bahwa kau berperan untuk rakyatmu.
kapitaslime yang semakin merajalela di kediri akan semakin menindas, dan mencekik masyarakat kecil, apakah mereka tau bagaimana peran seorang ibu yang berdagang di pasar sana, menghidupi keluarga tanpa suami, hanya mampu membawa uang 15 ribu perhari. jika kau hadirkan lagi kapitalis besar di kota ini, maka akan ada ribuan ibu bahkan lebih tragis dari ibu ini.
semoga bisa menjadi bahan refleksi bersama, dan coba kita bayangkan ketika kita ada pada posisi ibu itu, penghasilan 15 ribu saja akan berakhir dengan kehadiran kapitalis yang di undang oleh kaum pemerintahannya sendiri.
HIDUP RAKYAT.......!!!!!



Post a Comment