Indonesia tanah air sapa, katanya tanah air beta, indonesia sejak
dulu kala, nyatanya belum sejah tera, nyatanya hatiku bertanya, petani
di rampas hak haknya, upah buruh turun tak terhingga, hingga hari
menutup mata........!!!
Lagu ini pernah saya
nyanyikan pada hari buruh, di tengah alun alun kota kediri pada tahun
2007 lalu, rasanya hari-hari ini ingin sekali saya menyanyikannya,
ketika berulang kali saya menyaksikan dialog dan berita tentang hukum
pancung pada TKI indonesia.
Secara Agama ketika kita
melihat ketidak adilan, maka ingatkanlah, ketika kita melihat pertikaian
antara kedua belah pihak, maka damaikanlah. Dan kini apa yang harus
saya lakukan, apakah saya harus mengingatkan orang orang yang duduk di
atas sana, dengan berbondong bondong membawa sejuta pasukan aksi demi
membela rakyat indonesia. saya kira tidak, karena hal itu telah di
lakukan oleh banyak kelompok dan hasilnya?? nihil. ketika audiensi
mereka selalu saja menjawab bahwa kejadian ini akan di perbaiki, akan
tetapi bagaimana prosesnya, tindak lanjut dari pihak pemerintah ini
sangat tidak rasional, dan tidak dapat di percaya.
Di
salah satu surat kabar, Presiden RI mengatakan bahwa ini merupakan salah
satu pembelajaran pihak pemerintahan, Ya Allah rasanya sakit hati
ketika membaca berita itu. jadi pengen tau apa saja yang di kerjakan
mentri mentri indonesia. kenapa selalu saja mengabaikan rakyatnya, lalu
buat apa di adakan mentri mentri dan jajaranya kalo masih ada saja
keteledoran yang FATAL.
INDONESIAKU, walau kau berganti
pemimpin hingga 1000x, aku belum yakin kau mampu merdeka seutuhnya.
Mungkin saya selaku rakyat kecil hanya mampu berdoa, agar penghancuran
moral di usia dini, akan segera punah dari kehidupan. agar kelak,
pemimpin indonesia beserta jajaranya bukan lagi golongan orang orang
SERAKAH, bukan lagi kelompok kelompok OBRAL JANJI. bukan lagi orang
orang yang BEJAT.




Post a Comment