Cerita 4 Bujang Lapuk di kota semu dan sekolah gratis

Tanpa sadar harini saya dan kawan-kawan ingat akan hari indah anak muda yaitu malam minggu, ya mungkin cuma hari ini hahaha, memulainya dari perjalanan yang tak kunjung lancar, macet di mana-mana kami melewati berbagai keramaian, dari pernikahan yang tiada habisnya, dari terop satu keterop yang lainnya...... hal ini sempat menjadi bahasan panjang juga mengenai kami ( ber-4) apa dan mengapa tak berani melangkah, namun tak akan terjawab karena saya adalah salah satunya.....

Malam minggu ini berbeda dengan malam malam sebelumnya, kalau di bilang ramai, pastilah, akan tetapi harus kita liat bahwa disini terdapat 3 obyek menarik, Penjual-Orang tua-siswa. tak heran jika malam ini ramai karena hari-harini memang hari-harinya para pelajar, menikmati kelas baru, teman baru, buku baru, sekolah dan semua serba baru, sehingga banyak sekali keluarga-keluarga yang memenuhi Mall dan pertokoan yang menyediakan Fasilitas untuk sekolah, seperti buku, tas, sepatu dll... akan tetapi disisi lain yang harus kita amati dari perjuangan orang tua, orang tua tidak pernah sama sekali enggan untuk berbuat hal hal yang tidak di inginkan demi keberlangsungan pendidikan anaknya, hal yang tidak di inginkan adalah " HUTANG" dan merupakan rahasia umum bagi masyarakat indonesia.

Sekilas tampak jelas bahwa semangat masyarakat untuk mengenyam pendidikan ada, dengan rela menjual kambing hingga menggadaikan kendaraannya. apakah ini yang menjadi awal terjadi ketidaksinambungan antara arti belajar dalam proses peraih cita-cita??? tp entahlah kadang saya berfikir bahwa semangat orang tua itu membuat saya terharu dan menjadikan semangat saya untuk mengenyam pendidikan lebih jauh lagi, akan tetapi ketika endingnya balas dendam/memaknai sekolah sebagai salah satu alat menghasilkan uang. saya tidak sepakat

Sekolah adalah salah satu wadah bagi kita untuk mendapatkan banyak teori2 ilmu pengetahuan, selain itu di sekolah juga banyak mengajarkan kita tentang kekeluargaan, perskawanan tata krama dll. seharusnya hal ini mampu di jadikan salah satu patokan pemerintah untuk membentuk generasi penerus yang lebih baik dengan menata moral-moral pelajar menjadi lebih baik, jauh dari mora-moral yang Buruk. bukanya malah meracuni pendidikan dengan strategi-strategi politik untuk menghasilkan uang.

Dan bagaimana jika sekolah gratis??? :D sedikit membanggakan dengan Gratisnya, akan tetapi kualitasnya saya juga siap untuk di uji dengan kelas RSBI, contohnya adik saya sendiri yang kini bisa masuk di sekolah favorit ohh membanggakan.... dan saya yakin bahwa uang tak selamanya akan menang, maka ingatlah ketika kau ikhlas dalam menjalankan keyakinanmu........ jalanlah terus tanpa ragu, karena Allah SWT selalu meridhoimu,,, amin ya robb.... jangan kira MI itu biasa biasa saja. MI itu luarbiasa :D

No Response to "Cerita 4 Bujang Lapuk di kota semu dan sekolah gratis"

Post a Comment