Siapa yang tak mengenal Sungai Brantas, Sungai yang sangat panjang di
jawa timur ini merupakan sungai yang mempunyai potensi sangat besar.
akan tetapi potensi itu akan sangat merugikan ketika pemanfaatan sungai
brantas di salah gunakan / di merusak. saya pernah berfikir ketika
brantas ini menjadi obyek wisata khususnya kediri, atau bisa juga jawa
timur, menjadi obyek wisata yang terpanjang di indonesia, bahkan di
dunia, atau menjadi sarana transfortasi umum, seperti yang saya dengar
tadi siang di dialog expidisi brantas 2 di kantor radar kediri bahwa di
eropa sana sungai merupakan halaman depan masyarakat, dan saya pikir
indonesia juga bisa. bahkan hal ini mampu memberikan konstribusi
masyarakat lebih besar dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. itu hanya
sebuah bayangan yang terekam di kepala saya ketika perjalanan pulang
setelah mengikuti dialog tadi.
Jangan heran ketika melihat
begitu banyak perahu di sungai brantas, dan jangan heran pula jika
prahu itu membawa mesin untuk menghisap pasir yang ada di dalam sungai.
saya mengakui bahwa penghasilan dari sungai brantas per bulan tidak
sekedar puluhan juta, bahkan ini mencapai Miliaran. kalo di perkirakan
seberapa banyak pasir brantas yang telah terhisap dan brada di daratan?
akankah pasir itu tumbuh lagi ? Pada bulan Agustus 2010 saya masih
banyak menyaksikan beberapa penambang manual, dia bener bener manual
karena saya sempat menjadikannya sebuah film dokumenter. Film yang saya
produksi sekedar menjelaskan dari segi kemanusiaan karena mereka
merupakan salah satu korban ekonomi sosial yang sangat kurang dan
memaksanya untuk kerja sampingan sebagai penambang pasir. kebanyakan
mereka semua memperjuangkan sebuah nilai pendidikan, dan menginginkan
anak anaknya mengenyam pendidikan lebih tinggi, walau orang tuanya harus
menjadi seorang penambang pasir.
Mungkin tidak di
pungkiri lagi bahwa nilai kesadaran saat ini di butuhkan untuk banyak
orang, khususnya saya pribadi, sebuah kesadaran untuk mencintai alam,
air, dan tanah adalah salah satu kewajiban kita sebagai manusia yang di
lahirkan untuk menjaga. mungkin tak sedikit yang mengetahui efek dari
penambang pasir. Tampak sekali beberapa lubang yang besar karena
penambang, dan lebih parah lagi kualitas air yang ada disana sudah jauh
dari baik. selain penuh dengan limbah pabrik, di sungai brantas juga
penuh dengan sampah sampah yang mampu menjadi racun pada air di sungai
brantas. mengutip dari kata pak tauhit siang tadi bahwa masyarakat
sekitar belum beranggapan bahwa brantas merupakan halaman depan, tapi
sungai brantas merupakan halaman blakang. kalo saya pikir walau halaman
blakang skalipun tidak selalu kotor dan jorok. karena kebersihan
sebagian dari iman "rodok da'i".
Pak Wali mengatakan
gregeten, pasti karena telah berulang kali di larang, berulang kali
masuk bui tetap saja kembali lagi dan ini menjadikan beban pikiran bagi
kita semua mengenai bagaimana kita menyelesaikannya. sebuah kesadaran
tidak akan bisa di ter-realisasikan ketika tidak dimulai dari diri
sendiri. hari ini sebuah kesadaran terhadap lingkungan itu di butuhkan
karena hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak. why??karena
masyarakat pesisir brantas juga akan merasakan ketakutan ketika melihat
bencana kecil yang terjadi. misalkan ada beberapa rumah yang tiba tiba
jatuh ke sungai. lalu kasus pemasangan paku bumi yang sekali tusukan
langsung kedalam. hal ini juga di sebabkan telah berkurangnya pasir
pasir yang ada di brantas, sehingga membuat keangkuhan sungai brantas
ini semakin berkurang, bahkan LEMAH. dan siapa yang akan bertanggung
jawab kalau bukan kita sendiri sebagai warga kediri.
Mari lestarikan alam yang di titipkan kepada kita, bukan untuk di rusak, tapi di jaga dan di rawat dengan baik, karena semua itu adalah barang titipan.




Post a Comment